Jumat, 09 Mei 2014

BUBUR OPAK dan BONGKO

Yee, waktunya mudik! Kangen yg tertahan di dada terasa uda mau jadi nuklir buat diriku saja. Rasanya udah nggak tertahan menghirup udara segar di Bandungan. Semua yg ada di Bandungan terasa menjadi satu paket komplit obat kangen ini, dari udaranya, hawa dinginnya, keluarga dan teman yg masih berdomilisi disana selalu membuatku kangen.

Eiits, bukan hanya itu saja, gemblong gorengnya yg masih seharga 500 rupiah, kelengkengnya yg manis, Mie Ayam Bakso Pak Yuli nya yg ramai (heheh, promosi! Yg punya ortu sendiri) dan bubur opak nya. Favorit saya bubur opak dengan mie dan Bongko kacang tolo dikasih sambal kacangnya yg pedas dan gurih selalu menjadi menu sarapan andalan saya. Dengan harga 5000 sudah kenyang minta ampun.



Asiknya liburan di kampung sering saya posting ke dunia maya, termasuk foto kulinernya ke Instagram saya (ikuti saya di Instagram – klik link ini http://instagram.com/sigitafri# ). Dan yg paling membuat saya kaget ketika saya memposting foto makanan bubur opak, ada seorang teman saya dari Solo tanya “makanan apa itu?”. Heran saja, apa di solo tidak ada? Sedikit penasaran saya tanya mbah Google dengan kata kunci bubur opak, akhirnya nemu 2 situs yg saya cari yaitu http://bandungan-indah.blogspot.com/2009/09/bubur-opak-la-bandungan.html dan http://bandunganbanget.wordpress.com/enak-banget/ . Yaa, dari kedua link tersebut saya baru tahu, bubur opak itu khasnya Bandungan, bahkan sedikit kepo saya tanya temen temen yg berdomilisi di kecamatan Bandungan. Dari survei sedikit heran malah, bubur opak hanya berada di area kelurahan Bandungan. Sedikit bangga memang, ternyata makanan dari kecil saya adalah khasnya daerah saya.

Bagi temen temen yg belum tahu apa itu bubur opak, bubur opak tidak berbeda dengan bubur lainnya. Masih menggunakan beras sebagai bahan bakunya. Namun yg membedakan dengan lainnya, adalah cara penyajiannya. Biasanya kita bubur disajikan di piring atau wadah lainnya, namun di Bandungan piring ini diganti mengunakan opak itu tadi. Opak sendiri adalah sejenis krupuk yg berbahan dasar tepung terigu dan ketela berbentuk bulat dengan diameter tidak sampai 30 cm. Karena itu opak bisa dimakan juga setelah bubur diatasanya habis. Opak yg tadinya keras setelah digunakan sebagai alas bubur menjadi lunak akhirnya. Inilah yg paling saya tunggu, saya paling suka makan opak yg sudah lunak ini. Opak di Bandungan berbeda dengan opak di sunda dilihat dari bahan dasarnya. Opak sunda terbuat dari beras ketan.

Bagi saya, bubur opak tidaklah lengkap kalau belum ada mie, sambal kacang dan bongko. Namun ada masih bisa memilih alternatif lainya selain tambahan diatas yaitu pecel, sayur lodeh atau hanya diberi tambahan bakwan goreng atau tempe. Bagi yang belum tahu bongko, ini ada resep di link ini http://warungitus.wordpress.com/2013/04/02/bongko-kacang-tolo/ . Ada beberapa jenis bongko, namun yg digunakan untuk bubur opak ini adalah bongko kacang tolo.


Itulah bubur opak plus bongko makanan luar biasa, favorit saya. Mampir ke Bandungan cobalah mencicipinya.


0 komentar:

Posting Komentar

Monggo di komentari, Kasih kripik pedasnya juga nggak apa apa...