Aduh, cantiknya cewek itu, bikin
hati deg-deg serr, bikin hidup lebih seger. Tapi tunggu dulu, kok ada
yg aneh ya pada dirinya? Wajahnya cantik, matanya indah, pacaran
pesonanya sungguh luar biasa!
Ouw iya baru sadar aku, pakaiannya? Dia seorang biarawati. Ah, sial! Andai dia bukan biarawati, pasti udah aku jadikan pacar. Aduh, sayang sekali ya, cantik-cantik kok jadi suster sih? Apa dia udah nggak waras? Nggak kepengen apa, sama yg namanya surga dunia, toh nggak jadi biarawan aja, masih bisa masuk surga kan. Patut aku sayangkan. Oh, Maria! Kenapa sih kamu harus jadi suster, kalau nggak kan pasti udah aku lamar kamu. Udah pasti aku sayangi sampai mati memisahkan kita. Aku akan selalu mendampingimu saat kau sehat maupun sakit. Akan aku ikrarkan janji setiaku sebagai suamimu di depan Tuhan kita. Ah, kau sudah terlanjur memilih jalan hidupmu, dan aku tahu kau tak mungkin lagi mundur dari pilihanmu. Mungkin nanti saat kita ada di surga, kita bisa lagi berikhrar janji di depan Tuhan bahkan secara langsung dihadapanNya.
Aduh, aku kok jadi gini sih, terlalu sayang mungkin. Tapi nggak kenapa, aku salut untukmu Mar! Aku kagum padamu. Tuhan menciptakan wajahmu yg menawan itu, kau berikan kepadaNya lagi untuk melayani. Tuhan ciptakan suara merdumu, kau gunakan untuk memujiNya. Tuhan beri tubuh sehat untukmu, kau pakai untuk Tuhan. Dan kau tahu Mar, semuanya ini semakin membuatku lebih sayang sama kamu. Aku akan lebih bersyukur seperti katamu. Semoga pilihan hidup selibatmu ini, diberkati oleh Tuhan akan ketulusanmu. Amin!
Penghargaan tertinggi dariku. Untuk teman, sahabat, sekaligus guru. MARIA CRISINGGITA.
@sigitafri







0 komentar:
Posting Komentar
Monggo di komentari, Kasih kripik pedasnya juga nggak apa apa...