Selasa, 20 Mei 2014

NANDANG BRONTO

suk kapan bisa kelakon
sliramu, dadiku sisihanku
wis suwe nggonku ngenteni
ning sliramu, sajak ora ngerti


Aku tertegun, selama inikah aku menunggumu #k. Ketika yg lain sudah mampu menapaki bahagianya dengan pelangi mereka sendiri. Aku masih mencari merahku, kususul dengan jingga ku, hingga kutemui semua gradient itu berakhir pada batas cakrawala ku. Kuharap kau mengerti, hujanku telah turun. Hujan bulan Januari yg masih menyisahkan embunya di bulan Desember. Ach, ka! Kuharap penantianku tidaklah sia sia.


opo sliramu ra krasa
atiku, lagi nandang bronto
aku nyuwun palilah-mu
imbangono katresnanku iki

Jika kamu menganggap perasaanku untukmu ini sebuah permainan! Pikirkan saja, ini adalah permainan yg menyangkut hidup dan mati ku, sehingga aku sangat serius untuk memenangkan hatimu #k. Pertimbangkanlah bukan karena semua kata-kata ku, namun karena kamu tahu dan yakin dimana kamu meletakan hatimu #k.

tak rewangi awak turu
saben dino mung ngagas sliramu
tak suwun rino lan wengi
mugo-mugo katekan sedyaku

Tuhan yg menaruh perasaan ini #k. Bukan aku yg menciptakannya. Namun apakah cinta ini sudah mengebiri akal sehatku? Kau yg tahu...

opo pancen koyo ngene
rasane wong kang nandang bronto
sedino ora ketemu
rumangsaku wis koyo sewindu

Aku bisa mengutarakan ribuan kata rindu #k. Tpi sejenak ketika aku lupa semua kata kata itu, aku hanya merasakannya tanpa bisa mendefinisikannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Monggo di komentari, Kasih kripik pedasnya juga nggak apa apa...