Minggu, 30 Maret 2014

Tanyakan Mengapa Bukan Siapa


Judul di atas terinspirasi dari sebuah buku yg ditulis oleh John C. Maxwel. Ada 2 bukunya yg menyinggung tentang judul di atas yaitu "The Maxwel Daily Reader" dan "Your Road Map for Success".





Ketika membaca artikel tersebut, saya menyadari bahwa sangat sering saya mengalaminya apalagi di pekerjaan saya. Soal pekerjaan, saya bekerja di bidang manufaktur, sebagai seorang operator mesin milling. Saya punya kewajiban untuk me-set up pekerjaan saya, dan menghasilkan benda sesuai dengan spesifikasi yg dibutuhkan. Masalahnya adalah tidak semudah itu menghasilkan barang yg sesuai spesifiasi apalagi dengan toleransi ketat. Karena kita (baca : perusahaan) tidak bekerja di masspro.

Kegagalan dalam menghasilkan benda sering saya alami, entah bendanya cacat karna nabrak, entah ukuranya keluar dari toleransi. Resiko kegagalan pasti ada entah itu kecil ataupun besar. Pertanyaannya adalah bagaimana bisa gagal? Operator CNC sering menyalahkan programer ataupun tool room bahkan PE. Tapi sebenarnya pandangan ini salah. Bukankah tugas operator adalah menyiapkan pekerjaan dengan baik dan memastikan spesifikasinya sesuai gambar. Jika operator menemukan sesuatu yg tidak beres, misal tool nya tumpul, programnya salah atau planningnya nggak bener. Operator berhak dan wajib berkomunikasi dengan yg pihak yg punya tanggung jawab dengan masalah tersebut sebelum benda ini diproses. Sehingga resiko kegagalan menjadi minim. Namun operator lebih suka nggak ambil pusing, dan ketika gagal dengan mudahnya bertanya siapa yg salah dan bukan mengapa bisa salah.

Dari pengalaman ini saya berpikir, apa yg ditulis John Maxwel di artikel tersebut memang benar. "Jika anda mengalami suatu kegagalan, pikirkanlah mengapa anda gagal, dan jangan tanya siapa yg salah. Cobalah memandang kegagalan itu secara objektif sehingga lain kali anda dapat mengerjakannya dengan lebih baik. Orang yg sering menyalahkan orang lain untuk kegagalan tidak akan pernah dapat mengatasi kegagalan. Mereka hanya berpindah dari suatu masalah ke masalah lain. Akibatnya mereka tidak pernah mengalami kesuksesan." begitulah yg ditulis oleh John Maxwel.

Dari pengalaman saya ini, saya tidak bermaksud menjadikan operator menjadi yg serba salah dalam hal kegagalan di perusahaan. Karena saya adalah operator, saya ingin memberi contoh untuk melihat diri kita dulu sebelum menyalahkan orang lain. Karena bisa jadi kita yg salah.

Sekian dulu sharing dari saya, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terimakasih sudah berkunjung di blog saya.

Penulis,
SigitAfri


0 komentar:

Posting Komentar

Monggo di komentari, Kasih kripik pedasnya juga nggak apa apa...