Judul
di atas terinspirasi dari sebuah buku yg ditulis oleh John C. Maxwel. Ada 2
bukunya yg menyinggung tentang judul di atas yaitu "The Maxwel Daily
Reader" dan "Your Road Map for Success".
Ketika
membaca artikel tersebut, saya menyadari bahwa sangat sering saya mengalaminya
apalagi di pekerjaan saya. Soal pekerjaan, saya bekerja di bidang manufaktur,
sebagai seorang operator mesin milling. Saya punya kewajiban untuk me-set up
pekerjaan saya, dan menghasilkan benda sesuai dengan spesifikasi yg dibutuhkan.
Masalahnya adalah tidak semudah itu menghasilkan barang yg sesuai spesifiasi
apalagi dengan toleransi ketat. Karena kita (baca : perusahaan) tidak bekerja
di masspro.
Kegagalan
dalam menghasilkan benda sering saya alami, entah bendanya cacat karna nabrak,
entah ukuranya keluar dari toleransi. Resiko kegagalan pasti ada entah itu
kecil ataupun besar. Pertanyaannya adalah bagaimana bisa gagal? Operator CNC
sering menyalahkan programer ataupun tool room bahkan PE. Tapi sebenarnya
pandangan ini salah. Bukankah tugas operator adalah menyiapkan pekerjaan dengan
baik dan memastikan spesifikasinya sesuai gambar. Jika operator menemukan
sesuatu yg tidak beres, misal tool nya tumpul, programnya salah atau
planningnya nggak bener. Operator berhak dan wajib berkomunikasi dengan yg
pihak yg punya tanggung jawab dengan masalah tersebut sebelum benda ini
diproses. Sehingga resiko kegagalan menjadi minim. Namun operator lebih suka
nggak ambil pusing, dan ketika gagal dengan mudahnya bertanya siapa yg salah dan bukan mengapa bisa salah.
Dari
pengalaman ini saya berpikir, apa yg ditulis John Maxwel di artikel tersebut
memang benar. "Jika anda mengalami suatu kegagalan, pikirkanlah mengapa
anda gagal, dan jangan tanya siapa yg salah. Cobalah memandang kegagalan itu secara
objektif sehingga lain kali anda dapat mengerjakannya dengan lebih baik. Orang
yg sering menyalahkan orang lain untuk kegagalan tidak akan pernah dapat
mengatasi kegagalan. Mereka hanya berpindah dari suatu masalah ke masalah lain.
Akibatnya mereka tidak pernah mengalami kesuksesan." begitulah yg ditulis
oleh John Maxwel.
Dari
pengalaman saya ini, saya tidak bermaksud menjadikan
operator menjadi yg serba salah dalam hal kegagalan di perusahaan. Karena saya
adalah operator, saya ingin memberi contoh untuk melihat diri kita dulu sebelum
menyalahkan orang lain. Karena bisa jadi kita yg salah.
Sekian dulu sharing dari saya, semoga bermanfaat bagi pembaca
sekalian. Terimakasih sudah berkunjung di blog saya.
Penulis,
SigitAfri






.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar
Monggo di komentari, Kasih kripik pedasnya juga nggak apa apa...