Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Demikian bunyi sumpah yang di kukuhkan oleh para pemuda dalam mempersatukan bangsa dan juga cikal bakal pembentukan negara kesatuan RI di tanggal 28 Oktober 1928 yang sekarang ini dikenal dan diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Gaung sumpah pemuda itu memang mampu menginspirasi gerakan para pejuang bangsa sehingga mereka memiliki tekad dan semangat pantang mundur untuk membela bangsa dan tanah air. Dan kemerdekaan RI yang berhasil diraih pada tanggal 17 Agustus 1945 tentunya tak lepas dari gaung sumpah pemuda ini.
Sebagai pemuda yang hidup di era globalisasi saat ini sudah sepantasnya kita meneruskan cita-cita para pencetus sumpah itu, karena nilai sejarah perjuangan tak bisa dilepaskan dari peran serta pemuda. Ingatlah pasti dengan kejadian 10 November di Surabaya, gerakan angkatan 60, gerakan reformasi, dan gerakan lainya yang memang semuanya diprakasai oleh para pemuda yang tak kenal lelah memperbaiki segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Gerakan pemuda yang dapat dikatakan solid selama sejarah pasca kemerdekaan Indonesia baru dua kali. Yang pertama adalah pada tahun 1966, dimana para pemuda secara serentak dan serempak, diantaranya dengan menggunakan bendera KAMI dan KAPPI, membabat habis komunisme-atheisme yang dilakukan oleh PKI. Egoisme kelompok sama sekali tidak tampak. Yang kedua adalah gerakan pemuda pada tahun 1998 saat menumbangkan rezim Orde Baru.
Alasan umum mengapa gerakan pemuda pada dua momentum di atas solid adalah karena faktor mereka mempunyai persepsi yang sama dalam hal pendefinisian "musuh". Pada tahun 1966 mereka sepaham dan sepakat bahwa musuh pada saat itu adalah komunisme-atheisme. Bagi mereka, komunisme dan atheisme adalah bentuk pengkhianatan terhadap konsensus bersama tentang landasan bernegara yang dibangun atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Sedangkan pada tahun 1998, mereka juga sepaham bahwa musuh yang mereka hadapi adalah rezim otoriter yang menghambat dan membelenggu pertumbuhan nilai-nilai demokrasi di republik ini.
Sebenarnya, diakui atau tidak, tahu ataupun tak tahu pada hari ini pemuda mempunyai musuh bersama, yaitu soal kebodohan, kemiskinan, penindasan, korupsi, kolusi, nepotisme, dan lain sebagainya. Namun demikian, mengapa hal-hal yang menjadi musuh bersama tadi belum mampu mengetuk hati para pemuda kembali merapatkan barisan untuk bersatu?
Peringatan Sumpah Pemuda barangkali bisa dijadikan momentum untuk melakukan sumpah untuk bangsa dan negara Indonesia. Mencermati kondisi bangsa yang semakin lama semakin memperhatikan saat ini kita sebagai pemuda Indonesia, dan utamanya sebagai seorang pemuda kolese, perlu bersumpah untuk memiliki kesadaran yang tinggi untuk penyelamatan negara. Apa peran kita sebagai anak SMK KOLESE MIKAEL dalam membangun bangsa dan tanah air tercinta ini. Apa sajakah bentuk tindakan untuk menyelamatkan negri tercinta ini. Bagaimana mengembalikan predikat sebagai bangsa yang baik yang tidak korup di mata dunia internasional, walaupun sudah terlambat tetapi seyogyanya sebagai pemuda bangsa kita harus bersikeras melawan korupsi yang sudah bersemayam dalam jiwa, lakukan dengan sungguh-sungguh tidak hanya sekedar wacana maupun ucapan slogan saja, melainkan harus tumbuh sebagai sesuatu yang harus diperjuangkan, dan dilakasanakan dengan semangat leluhur kita.
Saat ini perkembangan zaman sungguh luar biasa apabila tidak didukung dengan adanya moral, mental dan ikhtiar serta doa, kehidupan kita akan terbelenggu dengan kehidupan hedonis atau materialistis. Akan dibawa kemanakah nantinya para pemuda Indonesia apabila sudah tak mampu lagi menepis godaan duniawi, sudah tidak mampu lagi menghargai vitalitas hidup apalagi memiliki rasa nasionalisme lagi. Mennurunya moral dan etika pemuda, akan semakin memperlemahkan semangat yang telah diwariskan para leluhur bangsa. Sikap kita perlu melihat aspek aspek tertinggi semangat persatuan dan kesatauan, yang guna dalam melihat moral dan etika bangsa yang tengah dibutuhkan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap nasionalisme pada era 1928 dan 1945, yang mengarahkan pada perlawanan penjajahan, kini nasionalisme diposisikan secara proporsional dalam menyikapi kepentingan pasar yang diusung kepentingan global, dan nasionalisme yang diusung untuk kepentingan negara.
Banyak sebab yang menjadi pemicu lunturnya semangat kebangsaan, semangat nasionalisme, yang merupakan warisan para pendahulu Republik ini. Salah satunya adalah kejenuhan para pemuda dalam memandang wacana kebangsaan yang dikumandangkan elite polotik kita. Mereka melihat tidak adanya figur teladan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan keadaan bangsa.Selain itu, sebab lainnya adalah tidak adanya kepercayaan dari golongan tua kepada golongan muda untuk mengadakan transfer ilmu, pengalaman dan kewenangan. Banyak kaum muda yang merasa bahwa kemampuan mereka dalam suatu bidang kurang bisa ditampilkan secara maksimal oleh karena tidak adanya kesempatan untuk menduduki posisi yang penting dalam menentukan kebijakan di negeri ini. Sebagian besar elit politik kita masih memegang paradigma lama yang kurang menghargai profesionalisme dan lebih mementingkan koneksi.
Pemuda perlu memahami peran serta sebagai generasi muda penerus bangsa ini. Kebanyakan pemuda tak memahami perannya sebagai generasi muda maupun sebagai seorang warga Negara Indonesia. Pemuda memiliki idealisme yang murni, dinamis, kreatif, inovatif, dan memiliki energi yang besar bagi perubahan sosial. Idealisme yang dimaksud adalah hal-hal yang secara ideal mesti diperjuangkan oleh para pemuda, bukan untuk kepentingan diri dan kelompoknya, tetapi untuk kepentingan luas demi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara. Selain itu, pemuda juga mempunyai masa yang cukup besar di Negara Indonesia, golongan muda memiliki jumlah amat besar daripada golongan tua (data Depdiknas). Ini membuat posisi pemuda strategis dan istimewa. Sebagai pelaku-pelaku pembangunan maupun sebagai generasi penerus yang akan berkiprah di masa depan.
Karenanya bisa dipahami mengapa pemuda berpeluang menempati posisi penting dan strategis, sebagai pelaku-pelaku pembangunan maupun sebagai generasi penerus untuk berkiprah di masa depan.
Karena, pemuda memiliki kelebihan yang secara substansial terkait dengan idealismenya yang masih murni, dan sepanjang sejarahnya terbukti telah memiliki posisi dan peran yang strategis dalam menetukan arah sejarah bangsa. Dalam bidang politik, pemuda telah menujukkan sumbanganya turut mendorong proses demokratisasi bangsa. Tugas berat kini adalah mendorong terwujudnya agenda-agenda reformasi dan demokratisasi bangsa. Maka, Pemuda harus berani melakukan otokritik, sekaligus membenahi diri, meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya, dan siap berkiprah di tengah-tengah masyarakat, mewarnai berbagai kehidupan bangsa. Bangsa ini membutuhkan peran dan sumbangsih kalangan pemuda secara nyata, dan sesungguhnya tugas dan peran pemuda tidaklah ringan. Pemuda Indonesia diharapkan mampu mengambil setiap peluang yang ada dan memanfaatkanya secara baik, demi kemajuan bangsa. Masa depan bangsa ini terletak di tangan pemuda.
Tidak, hanya sekedar wacana, peran serta partisipasi pemuda dalam pembangunan harus nyata, dan mampu dibuktikan. Karena berbagai potensi, bakat, kemampuan, dan keterampilan, dengan semangat dan idealisme yang kental dari para pemuda dinilai akan memberikan warna yang khas bagi pertumbuhan dan kemajuan bangsa.
Tentulah, tidak semua pemuda kehilangan perannya, atau melupakan perannya begitu saja. Masih banyak yang cinta pada tanah airnya, masih ada yang siap untuk jadi pembela Sang Saka Merah Putih.
Ingatlah, hai pemuda. Inti dari peran kita sebagai pemuda ialah untuk memperlangsungkan kehidupan berbangsa dan bernegara di masa depan. Melawan musuh musuh bangsa, yaitu soal kebodohan, kemiskinan, penindasan, korupsi, kolusi, nepotisme, dan lain sebagainya.
Letakkan supremasi hukum diatas segalanya karena apabila hukum sudah tidak dihormati lagi sudah tidak di takuti lagi, pastinya makin merajalela saja pelanggaran-pelanggaran yang merugikan masyarakat dan negara. Memahami norma norma yang berlaku dan melaksanakan sebagai suatu kesadaran pribadi.
Bertindak bukan untuk kepentingan diri sendiri tetapi untuk kepentingan masyarakat luas, jangan dibalik mengatasnamakan rakyat tapi untuk kepentingan sendiri. Sudah menjadi kewajiban utama siapapun yang berkuasa senantiasa harus memihak rakyat, karena rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi, dari rakyat dan untuk raykat.
Diprediksikan bahwa Asia akan menjadi Benua yang memiliki pengaruh Besar terhadap Dunia, dan disinilah kesempatan para pemuda untuk dapat menunjukan bahwa bangsa kita merupakan bangsa yang berdaulat, memiliki banyak budaya yang masih alami dan asli(harus di lestarikan), memiliki sumber kekayaan alam(mungkin harus bisa kita kelola sendiri jangan bangsa asing yang mengelola), beragam suku yang bersatu yang menjadikan nilai plus bangsa ini. Dimana diketahui sekarang ini banyak negara-negara maju dari Eropa dan Amerika yang berbondong-bondong bekerjasama dengan Indonesia serta berinvestasi di sini. Jadi kalau bangsa maju beranggapan bahwa negara kita Negara yang hebat mengapa kita biasa masih meremehkan bangsa sendiri? Kenapa kita masih fanatic dengan luar negeri? Marilah kita sebagai generasi penerus bangsa kita mengangkat nama Indonesia, berfikir positif tentang Negara kita, melakukan kewajiban kita dengan baik, dan menjadikan negeri ini negeri yang mendunia.
Mulai saat ini pemuda INDONESIA sudah tidak ada lagi waktu untuk bermalas-malasan apalagi bermanja-manja, belajar dan belajar, TIAP HARI LATIH DIRI-PANTANG MUNDUR TERUS MAJU, jadikan pengalaman kehidupan yang sudah ada untuk kalian jadikan cermin dalam melangkah membangun negri tercinta kita Indonesia. Berikan contoh dan hasil perjuangan kalian untuk generasi yang akan datang nantinya. Selamat berjuang teman...Hidup Pemuda Indonesia!







0 komentar:
Posting Komentar
Monggo di komentari, Kasih kripik pedasnya juga nggak apa apa...