Kenapa aku menjadi serumit ini?
Kebiasaan yang seharusnya membuat ku melupakan mu, malah kini semakin menampakan bagian-bagian yang dulu pernah aku harapkan darimu.
Dua tahun itu bukan waktu yang singkat, namun juga
bukan waktu yang lama. Bertahan pada satu tujuan, satu komitmen memang tak
mudah. Namun bagian tersulit justru terjadi ketika tujuan itu nyata hilang. Bukan karena aku tak sanggup mencapainya. Tapi karena aku sadar,
aku telah kehilangan landasan bahagia ku. Beberapa bulan ini, aku
mencoba mencari pengganti mu! Sadar atau tidak, aku selalu saja memilih
mereka yg menyerupai dirimu.
Senjaku dengan kabarmu, pagiku dengan ucap salammu. Lalu dimana aku berada ketika senja dan pagiku, sama sama kau boyong dengan hilangmu.
Engkau memang pernah mencoba membukakan pintumu untukku, hampir aku langkah kaki kedalam nya, keburu kau menahanku.

Kebiasaan yang seharusnya membuat ku melupakan mu, malah kini semakin menampakan bagian-bagian yang dulu pernah aku harapkan darimu.
Nyatanya, kamu hanya masa lalu. Yang tak kan kembali ada dalam mimpiku.
Senjaku dengan kabarmu, pagiku dengan ucap salammu. Lalu dimana aku berada ketika senja dan pagiku, sama sama kau boyong dengan hilangmu.
Engkau memang pernah mencoba membukakan pintumu untukku, hampir aku langkah kaki kedalam nya, keburu kau menahanku.






0 komentar:
Posting Komentar
Monggo di komentari, Kasih kripik pedasnya juga nggak apa apa...