Selasa, 10 Februari 2015

Perkara Mengirim Senja


Perkara Mengirim Senja
 Perkara Mengirim Senja, sebuah buku yang sudah terbit dari tahun 2012, namun baru aku mengenalnya di awal tahun 2015. Heuheu, rasanya memang jarang update info buku. Kenalnya buku inipun, terbilang cukup tidak disangka. Dari sebuah celoteh update PM saya di BBM tentang senja di bulan January, seorang sahabat saya yg bernama Agustina Reni dengan kata kata seperti ini "Coba senja bisa dipotong, dimasukin ke amplop, dikirim ke orang yg kita sayang=-d " mengomentari PM ku ini.
 Cukup mengelitik, itulah kesan pertama saya membaca komentarnya. Bagaimana tidak, senja dipotong, masukin ke amplop lalu dikirim, bagaimana bisa?
Dari obrolan itulah, aku diperkenalkan pada sebuah buku kumpulan cerpen "Perkara Mengirim  Senja". Dari judulnya saja, sudah membuat saya tertarik, bagaimana memperkarakan senja yg dikirim? Dari keingintahuan itulah, aku mencari nya di goodreads.com . Review tentang buku ini cukup membuat rasa penasaran saya bangkit, dan ingin segera membacanya. Yah, tapi karna buku ini terbitan tahun 2012, harus cari dimana. Dan ternyata sahabat saya ini @agustinarenis dengan senang hati meminjam kan bukunya. Terimakasih loo, ren!
Singkat cerita, sesudah membaca buku ini. Saya jadi kepikiran buat merekomendasikan buku ini lewat blog ini. Jadi saya ceritakan sedikit cerita dari ke-15 cerpen tersebut. Iya dong, sedikit saja kalau kebayakan bisa dimarahin sama penulisnya. Hahaha! Oh ya, jangan heran bila cerpen di buku ini terinspirasi dari karya Seno Gumira Ajidarma (SGA), karena memang buku ini diterbitkan untuk tribute karyanya beliau.


Cerita pertama dari Valiant Budi Yogi (@vabyo) berjudul "Gadis Kembang" menceritakan Taya sebagai seorang istri. Kisahnya banyak membuat kejut, terutama pada bagian akhir, yang ternyata si Taya sudah mengetahui perselingkuhan suaminya dengan gadis kembang.
Cerita kedua berjudul "Perkara Mengirim Senja". Judul cerpen inilah yg juga merupakan judul buku tersebut. Jia Effendie, bercerita tentang seorang yg ditawari sebuah produk paket senja, beberapa kali dia menolak tawaran tersebut. Tapi untuk pacarnya yang akhirnya meminta untuk ia membelinya. Hal yang membuat kejut bagi saya ialah cara pembayarannya yang cukup dengan pernyataan kalau dia mencintai SPG tersebut. Banyak kutipan yang bagi saya sangat indah, salah satu yang paling saya suka ialah pada bagian mau akhir. "Aku yang paling tahu bagaimana mencintainya, tetapi dia tak pernah cukup tahu aku untuk memilihku", mungkin karena kutipan itu mengambarkan percintaan saya saat ini, sehingga aku memilihnya jadi yg terbaik. Hehehe!
@hurufkecil, M Aan Mansyur menyumbangkan 2 cerpen yg tergabung dalam "Selepas Membaca Sebuah Pernyataan Tentang Cinta, Alina Menulis Dua Cerita Pendek Sambil Membayangkan Lelaki Bajingan Yang Baru Meninggalkannya". Cerpen pertama berjudul "Celana Dalam Rahasia Terbuat dari Besi", cerpen dengan cerita yg menarik menurut saya. Yang kedua dari si @hurufkecil ada cerita berjudul "Sehari Setelah Istrinya Dimakamkan". Kedua cerita tersebut masih seputar perselingkuhan.
"Kuman" dari Lala Bohang, menceritakan tentang cinta buta seorang penyanyi cantik dengan bertender buruk rupa. Terinsipirasi dari cerpen SGA berjudul "Lipstick, Atas Nama Malam" (1999).
Cerpen ke-6 dari Putra Perdana (@putrafara) berjudul "Ulang" menceritakan manusia terakhir yang ternyata berkesempatan untuk bertanya kepada Juru Cerita. Jangan kaget dengan karakter Sukab dan Alina, cerpen ini masih terinsipirasi cerpen "Sepotong Senja Buat Pacarku" karya SGA (1991).

"Akulah Pendukungmu" karya Sundea. Sangat imajinatif sekali, bercerita tentang Garuda Pancasila dengan seorang anak sd bernama Sandra. Iniadalah cerpen yg merespon cerpen SGA berjudul "Joko Swiwi" dan "Pelajaran Mengarang"
Faizal Reza, dengan "Empat Manusia"nya. Terdiri dari empat cerita yg masih sambung menyambung. Terinspirasi dari cerpen "Empat Adegan Ranjang". Menceritakan empat karakter: Purba, Yani, Hendar, dan Susan. Kutipan favorit saya ada di bagian cerita pertama, "Kalau kita masih sama-sama harus menunggu, kenapa aku harus menunggumu sendirian sementara kau menungguku bersama orang lain".
"Sapu Tangan Merah" oleh Utami Diah K. Menceritakan seorang laki laki yg suka theater dengan sesosok perempuan yg ia temui di acara musikal. Cerpen ini terimspirasi dari "Lipstik" dari buku berjudul "Atas Nama Malam" (1999) SGA.
Cerpen Mudin EM, berjudul "Senja dalam Pertemuan Hujan". Menceritakan tentang seorang pria yg mencintai dua wanita. Ini salah satu cerpen favorit saya, kemampuan si penulis yang lihai dalam pemilihan gaya bahasa dan kemampuan dia menceritakan kisah dengan cara yg unik, membuat saya tidak bosan membaca kisahnya. Kutipan favorit saya, ada di bagian paling akhir. "Aku adalah potongan senja yang kau ambil untuk pacarmu. Tinggal perempat. Tiga perempatnya telah hancur oleh hujan yang kau ciptakan".
"Kirana Ketinggalan Kereta" oleh Maradilla Syachridar. Silahkan tebak maksud "Kereta" di cerpen ini.
Cerpen "Gadis Tidak Bernama", bercerita tentang pekerjaan seorang gadis, yaitu sebagai peneliti senja. Saya suka bagian akhir, ketika ada kasus pencurian senja. Oh ya, gara gara cerpen si Theoresia Rumthe ini, saya jadi agak suka mendeskripsikan senja setiap harinya.

Cerpen ke 12, berjudul "Guru Omong Kosong", tunggu jangan bernegatif thingking dulu. Jadi ceritanya itu, tentang penjaga sekolah yg diberi amanat untuk memberikan tugas pada murid sd karena gurunya berhalangan hadir. Si Dikin nama penjaga sekolah. Khayalan si dikin pun mulai mencuat, bak guru profesional, si dikin mulai bercerita tentang buku "Kitab Omong Kosong" di depan kelas. Cerpen ini dibuat oleh Arnellis.
Cerpen berikutnya berjudul "Surat ke-93" oleh Feby Indriani. Bercerita tentang seorang wanita yg ditinggal merantau oleh pacarnya ke Jakarta. Satu paragraf yg aku suka pada bagian akhir. Salah satu cerpen favorit saya.
"Bahasa Sunyi" oleh Rita Achdris. Berawal di sebuah stasiun, dia menemukan kartu pos, yg dibawa kabur oleh angin.
Cerpen terakhir dari Sundea, berjudul "Satu Sepatu, Dua kecoak". Kutipan yg paling aku suka " Lo tau, nggak sih, lengkap nggak selalu harus sepasang?"


0 komentar:

Posting Komentar

Monggo di komentari, Kasih kripik pedasnya juga nggak apa apa...